
IndoBK.Com(jbg) – Menjelang aksi demonstrasi yang akan ditujukan kepada PT Jombang Pangan Nusantara, pabrik pemotongan dan pengolahan daging ayam di Desa Banjardowo. Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Pagar Jombang menggelar audiensi dengan Kepolisian Resor (Polres) Jombang dan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Jombang, Rabu (7/10/2026) siang.
Langkah ini diambil sebagai bentuk koordinasi untuk memastikan jalannya aksi penyampaian aspirasi berlangsung aman, tertib, dan kondusif.
Dalam pertemuan tersebut, perwakilan LSM Pagar Jombang, Lutfi Utomo memaparkan akar permasalahan yang memicu rencana aksi unjuk rasa. Pabrik JPN dinilai seolah kebal hukum dan terkesan arogan terhadap aturan dari pemerintah daerah setempat.
Sejumlah aktivis lingkungan dan pendidikan di Jombang menyatakan geram dengan sikap pihak perusahaan yang tampak dengan sengaja acuh terhadap pengelolaan limbah produksinya selama ini.
“Pengolahan limbah mereka tidak diakomodir dengan baik mas, sehingga mencemari lingkungan di sekitar dengan dampak bau yang sangat menyengat dari limbah cairnya,” tegas Lutfi saat audiensi di kantor satpol PP.
Dampak pencemaran lingkungan ini menjadi semakin fatal karena lokasi pabrik yang berada sangat dekat dengan fasilitas pendidikan, yakni SMP Negeri 4. Kondisi ini dinilai sudah sangat mengganggu karena bau menyengat dari limbah cair yang dikeluarkan oleh pabrik sempat memaksa pihak sekolah untuk menghentikan sementara Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) demi kesehatan para siswa dan guru.

“Ini sudah sangat keterlaluan karena mengorbankan dunia pendidikan. Hak anak-anak untuk belajar dengan tenang dan sehat telah terganggu oleh arogansi pihak pabrik. Oleh karena itu, kami akan turun ke jalan,” lanjutnya.
Menanggapi rencana aksi tersebut, pihak Polres Jombang menyambut baik langkah proaktif dari LSM Pagar yang mengedepankan jalur komunikasi. Kepolisian menegaskan kesiapannya untuk menerjunkan personel guna mengawal dan mengamankan jalannya demonstrasi agar aman bagi massa aksi, masyarakat sekitar, dan tidak mengganggu ketertiban lalu lintas.
Senada dengan kepolisian, pihak Satpol PP Jombang juga menyatakan akan menyiagakan anggotanya untuk membantu pengamanan di lokasi, khususnya terkait dengan tupoksi penegakan Peraturan Daerah (Perda) dan ketertiban umum.
Rencananya, massa aksi dari LSM Pagar Jombang akan dipusatkan langsung di depan gerbang utama Pabrik JPN. Mereka menuntut ketegasan pemerintah daerah serta pertanggungjawaban perusahaan atas pencemaran lingkungan yang telah merugikan masyarakat dan menghentikan aktivitas belajar mengajar di SMP Negeri 4.
“Karena ini menyangkut kesehatan dan rutinitas anak-anak kami yang sedang mengenyam pendidikan di Jombang, harapan dan upaya kami dalam aksi demo nanti, kita akan kawal para petinggi di Pemkab Jombang, DPR, dan APH, untuk segera menutup permanen pabrik tersebut mas,” pungkas Lutfi. (nett)





